Biografi Baba Dasik Aripin
Awal kelahiran Baba Dasik Aripin
pada tahun 1948, saat itu yang memberi nama Dasik Aripin adalah Hadji
Godjali sekaligus sebagai Ayah angkat beliau. Dengan demikian, maka
sepatutnyalah untuk berbalas budi, Baba Dasik Aripin ingin mengangkat
nama Hadji Godjali sebagai guru Besar Beksi. Pada tahun 1974 Baba Dasik
Aripin memulai debutnya sebagai pelatih Silat Beksi di daerah Simpruk,
Sinabung – Kebayoran Lama.
Peristiwa Bandeng Dadap adalah awal kenapa
Baba Dasik Aripin memprakarsai nama Perguruan Silat Beksi Hadji Godjali
di sebabkan saat semua Perguruan Silat Beksi hadir di sana, hanya
Perguruan Hadji Godjali yang tidak diangkat atau disebut namanya.
Sepulang dari Dadap hati Baba Dasik Aripin tergugah untuk membuka
Perguruan Silat Beksi Hadji Godjali dan siap bertanggung jawab atas nama
besar Perguruan Silat Beksi Dasar Hadji Godjali.
Sebelum meninggalnya Hadji Godjali sekitar tahun 1963, pada tahun 1963
Baba Dasik Aripin sering di perintah oleh Hadji Godjali untuk memberikan
uang untuk diberikan kepada istri beliau. Tahun 1962 adalah tahun awal
Baba Dasik Aripin belajar Silat Beksi langsung kepada Hadji Godjali
bersama cucu beliau Jamaluddin Robin hingga selesai mempelajari 3 jurus
(Beksi, Gedig, Tingkes) dengan alasan belum culup umur.
Tahun 1970 Baba Dasik Aripin melanjutkan berguru dengan Haji Hasbullah (salah satu murid dari Hadji Godjali) selama 3 tahun sampai tamat. Pada tahun 1974 Baba Dasik Aripin mengembangkan keahlian Silat Beksinya dengan memberikan pengajaran kepada anak-anak Kampung Simprug – Kebayoran Lama, di Kampung Petukangan 1975, dan yang pernah belajar kepada Dasik Aripin diantaranya adalah Mahdi, Mandor Toni, Muslih, Mat Yani, Ugun, dan lain-lain.
Dari mereka itu ikut pula mengembangkan Silat Beksi di wilayah Jabodetabek. Di tahun 1976 Baba Dasik Aripin mengembangkan Silat Beksi sampai Kebantenan - Ciledug, Kampung Baru - Ulujami, Kreo, Lengkong, Serpong, Cipulir, Cidodol, Kebayoran Lama, Jurangmangu Timur, Pisangan Kretek, Sukabumi Udik, Bintaro.
Dari keterangan tersebut Baba Dasik pun berpesan bahwa mudah-mudahan Perguruan Silat Beksi Dasar Hadji Godjali berkembang dan dapat diterima oleh masyarakat Jakarta dan sekitarnya, sehingga ini dapat menjadi amal jariyah bagi Hadji Godjali.
Sebagai mana pesan terakhir Hadji Godjali yang selalu terngiang ditelinga Baba Dasil Aripin bahwa “Ilmu tanpa amal bagai pohon tak berbuah. Keterangan tersebut pernah diucapkan kepada oleh Hadji Godjali kepada Baba Dasik Aripin yang terus terngiang sampai sekarang, baik di waktu jaga maupun di waktu tidur.
Dari kata tersebutlah tergerak hati Baba Dasik Aripin untuk membuka Perguruan Silat Beksi Dasar Hadji Godjali. Selain itu Hadji Godjali pun berpesan bahwa manusia pada akhir hayatnya meninggalkan tiga perkara, yaitu ilmu yang bermanfaat, anak yang soleh, dan amal jariyah.
(ABDUL AZIZ DKK)
Tahun 1970 Baba Dasik Aripin melanjutkan berguru dengan Haji Hasbullah (salah satu murid dari Hadji Godjali) selama 3 tahun sampai tamat. Pada tahun 1974 Baba Dasik Aripin mengembangkan keahlian Silat Beksinya dengan memberikan pengajaran kepada anak-anak Kampung Simprug – Kebayoran Lama, di Kampung Petukangan 1975, dan yang pernah belajar kepada Dasik Aripin diantaranya adalah Mahdi, Mandor Toni, Muslih, Mat Yani, Ugun, dan lain-lain.
Dari mereka itu ikut pula mengembangkan Silat Beksi di wilayah Jabodetabek. Di tahun 1976 Baba Dasik Aripin mengembangkan Silat Beksi sampai Kebantenan - Ciledug, Kampung Baru - Ulujami, Kreo, Lengkong, Serpong, Cipulir, Cidodol, Kebayoran Lama, Jurangmangu Timur, Pisangan Kretek, Sukabumi Udik, Bintaro.
Dari keterangan tersebut Baba Dasik pun berpesan bahwa mudah-mudahan Perguruan Silat Beksi Dasar Hadji Godjali berkembang dan dapat diterima oleh masyarakat Jakarta dan sekitarnya, sehingga ini dapat menjadi amal jariyah bagi Hadji Godjali.
Sebagai mana pesan terakhir Hadji Godjali yang selalu terngiang ditelinga Baba Dasil Aripin bahwa “Ilmu tanpa amal bagai pohon tak berbuah. Keterangan tersebut pernah diucapkan kepada oleh Hadji Godjali kepada Baba Dasik Aripin yang terus terngiang sampai sekarang, baik di waktu jaga maupun di waktu tidur.
Dari kata tersebutlah tergerak hati Baba Dasik Aripin untuk membuka Perguruan Silat Beksi Dasar Hadji Godjali. Selain itu Hadji Godjali pun berpesan bahwa manusia pada akhir hayatnya meninggalkan tiga perkara, yaitu ilmu yang bermanfaat, anak yang soleh, dan amal jariyah.
(ABDUL AZIZ DKK)

Komentar
Posting Komentar