Biografi Baba Dasik Aripin
11 Juli 2017
11 Juli 2017
Awal kelahiran Baba Dasik
Aripin pada tahun 1948, saat itu yang memberi nama Dasik Aripin adalah Hadji
Godjali sekaligus sebagai Ayah angkat beliau. Dengan demikian, maka
sepatutnyalah untuk berbalas budi, Baba Dasik Aripin ingin mengangkat nama
Hadji Godjali sebagai guru Besar Beksi. Pada tahun 1974 Baba Dasik Aripin
memulai debutnya sebagai pelatih Silat Beksi di daerah Simpruk, Sinabung –
Kebayoran Lama.
Peristiwa Bandeng Dadap
adalah awal kenapa Baba Dasik Aripin memprakarsai nama Perguruan Silat Beksi
Hadji Godjali di sebabkan saat semua Perguruan Silat Beksi hadir di sana, hanya
Perguruan Hadji Godjali yang tidak diangkat atau disebut namanya. Sepulang dari
Dadap hati Baba Dasik Aripin tergugah untuk membuka Perguruan Silat Beksi Hadji
Godjali dan siap bertanggung jawab atas nama besar Perguruan Silat Beksi Dasar
Hadji Godjali.
Sebelum meninggalnya Hadji
Godjali sekitar tahun 1963, pada tahun 1963 Baba Dasik Aripin sering di
perintah oleh Hadji Godjali untuk memberikan uang untuk diberikan kepada istri
beliau.
Tahun 1962 adalah tahun awal
Baba Dasik Aripin belajar Silat Beksi langsung kepada Hadji Godjali bersama
cucu beliau Jamaluddin Robin hingga selesai mempelajari 3 jurus (Beksi, Gedig,
Tingkes) dengan alas an belum culup umur.
Tahun 1970 Baba Dasik Aripin
melanjutkan berguru dengan Haji Hasbullah (salah satu murid dari Hadji Godjali)
selama 3 tahun sampai tamat.
Pada tahun 1974 Baba Dasik
Aripin mengembangkan keahlian Silat Beksinya dengan memberikan pengajaran
kepada anak-anak Kampung Simprug – Kebayoran Lama.
Di Kampung Petukangan 1975,
dan yang pernah belajar kepada Dasik Aripin diantaranya adalah Mahdi, Mandor
Toni, Muslih, Mat Yani, Ugun, dan lain-lain. Dari mereka itu ikut pula
mengembangkan Silat Beksi di wilayah Jabodetabek.
Di tahun 1976 Baba Dasik
Aripin mengembangkan Silat Beksi sampai Kebantenan - Ciledug, Kampung Baru -
Ulujami, Kreo, Lengkong, Serpong, Cipulir, Cidodol, Kebayoran Lama, Jurangmangu
Timur, Pisangan Kretek, Sukabumi Udik, Bintaro.
Dari keterangan tersebut
Baba Dasik pun berpesan bahwa mudah-mudahan Perguruan Silat Beksi Dasar Hadji
Godjali berkembang dan dapat diterima oleh masyarakat Jakarta dan sekitarnya,
sehingga ini dapat menjadi amal jariyah bagi Hadji Godjali. Sebagai mana pesan
terakhir Hadji Godjali yang selalu terngiang ditelinga Baba Dasik Aripin bahwa
“Ilmu tanpa amal bagai pohon tak berbuah.
Keterangan tersebut pernah
diucapkan kepada oleh Hadji Godjali kepada Baba Dasik Aripin yang terus
terngiang sampai sekarang, baik di waktu jaga maupun di waktu tidur. Dari kata
tersebutlah tergerak hati Baba Dasik Aripin untuk membuka Perguruan Silat Beksi
Dasar Hadji Godjali. Selain itu Hadji Godjali pun berpesan bahwa manusia pada
akhir hayatnya meninggalkan tiga perkara, yaitu ilmu yang bermanfaat, anak yang
soleh, dan amal jariyah.

Komentar
Posting Komentar