Langsung ke konten utama

Rebana Gedigdug





Catatan Ringan Seni Tradisi Lisan Betawi "Rebana Gedigdug"

SEJARAH SINGKAT

"Rebana Gedigdug" atawa yang biasa disebut "Rebana Berantem" oleh masyarakat sekitar kali pesanggrahan, pernah berkembang pada jamannya sekitar abad 18 sd 19 an. Tokoh yang mengembangkan adalah para "guru besar silat beksi" untuk menghibur diri ketika datangnya masa panen. Bersebab selaen mengajar silat dan mengajar ngaji mereka juga bercocok tanam. Seperti halnya, Hadji Godjali salah satu tokoh yang mengembangkan "Rebana Gedigdug".

PENYEBARAN

Mulain dari Kampung Petukangan, Pondok Pinang, Bintaro, Kebayoran, Dadap Tanggerang, ampe Cabangbungin Bekasi dan Karawang. Saban memasuki masa panen, beliau mengumpulkan para murid dan handai taulannya untuk bermain rebana gedigdug sebagai ungkapan rasa syukur kepada yang maha kuasa.

PERKEMBANGAN

Rebana Gedigdug pada akhirnya menjadi media pertunjukan yang menjadi hiburan masyarakat sekitar. Bahkan banyak masyarakat yang menjadikan rebana gedigdug untuk menjadi hiburan dalam pesta perkawinan maupun khitanan, sebelon maraknya lenong maupun layar tancep di abad 19 an.

HARAPAN

Namun demikian, sangat disayangkan hingga kini Rebana Gedigdug belondi salah satu khazanah tradisi lisan masyarakat Betawi yang di dalam pertunjukannya berisi pantun dan silat diiringi dengan alunan rebana. Mudah-mudahan "Rebana Gedigdug" tercatat menjadi khazanah seni tradisi lisan Betawi. Dan juga ke depan "Rebana Gedigdug" dapat dikenal oleh publik. Amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beksi Dasar Hadji Godjali, latihan rutin silat beksi, Sabtu, 15 September 2018, lapangan Sawo Garden Ulujami

beksi dasar hadji godjali

beksi dasar hadji godjali