Budaya
Bersama Penyair dan Warga Menggeliat di Petukangan
Kegiatan silaturahmi budaya bersama warga Petukangan Utara,
Pesanggrahan Jakarta Selatan, (29/9).
RMNews, Jakarta – Digelar kegiatan “Silaturahmi Budaya
Bersama”, giat yang diselenggarakan Komunitas Alinea Baru itu tampak familliar.
Acara diselenggarakan di Sasana Krida Karang Taruna Kelurahan Petukangan
Selatan, Jalan kemajuan no. 27 A Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta
Selatan, pada (29/09/2018).
Hadir beberapa pelaku
seni musik, tari, sastra, teater, seni rupa. Acara digagas Ahmad Setyo Bae,
bertepatan dengan ulang tahunnya.
Komunitas Alinea Baru
Membedah “Silat Beksi” Dalam Persfektif Seni Pertunjukan
Beksi merupakan seni
bela diri, bagian dari khazanah budaya Betawi dengan lokalitas kekinian. Beksi
di Petukangan dikenalkan oleh Hadji Godjalih, salah seorang tokoh Petukangan
dan mantan Kepala Kelurahan. Menelorkan para “pejuang” Silat Beksi, antara lain
Haji Hasbullah, Kong Noer, Kong Simin, Mandor Minggu.
Baba Dasik Aripin
“peretas” pertama Sanggar Silat Beksi Dasar Hadji Godjali mengatakan bahwa pada
28 Oktober 2018 akan menampilkan “Silat Beksi” di Festival Koreo Silat Anak
Yogya di hadapan Paku Alam.
Selain pembacaan puisi
oleh beberapa penyair, silaturahmi diisi dengan aksi seni bela diri Beksi dan
komentar peserta terkait seni pertunjukan budaya lokal, literasi hingga ke
ranah rumah produksi.
Disampaikan oleh Putra
Gara, Rd Nanoe Anka, Ireng Halimun, Eddy Pramduane, Ade Novi, Rik A Sakri,
Abdul Aziz, Prasetyo Hadi, Yahya Andi Saputra, Nasir Mupid.
Mayoritas yang hadir
eks seniman Bulungan dengan perform gaek dan pelaku “Silat Beksi”. Makan nasi
uduk dengan lauk telor, jengkol, tahu, kentang di lantai dengan lapisan daun
pisang merupakan bagian dari kekeluargaan.
“Selamat ulang tahun
Bung Ahmad Setyo Bae serta Alinea Baru-nya. Sampai bertemu di launching
antologi puisi “Kutulis Namamu Di Batu” ujar Nanang R Supriyatin
(Penyair-Birokrat)
Kegiatan tersebut di
tutup dengan pembacaan puisi “Bibir Dalam Jas Hujan” oleh sketsais Ireng
Halimun di malam minggu yang sendu. (Eva Andryani)

Komentar
Posting Komentar