Langsung ke konten utama

Kesbangpol DKI Jakarta

Forum Group Diskusi Pemuda "milenial" Provinsi DKI Jakarta
 
Forum Group Diskusi Pemuda "milenial" Provinsi DKI Jakarta


Jakarta. ZonaXpose.com - Menindaklanjuti perintah Gubernur DKI Jakarta perihal apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Jakarta, dalam hal ini pemuda.

PLT Kaban Kesbangpol DKI Jakarta, Taufan Bakri (2/09/2018) mengatakan bahwa testimoni harus terekam betul, bagaimana kita mengumpulkan ide-ide teramaping, dimana operasional kegiatan  pembangunan masyarakat Jakarta ini berjalan serta terumuskan dalam bentuk aksi. 

"Lalu diviralkan perubahan mindset menjadi trend anak muda," ungkapnya disela kegiatan Focus Group Discusion bersama Pemuda Se DKI Jakarta di Ruang Rapat Kantor Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta.

Dijelaskannya bahwa bagaimana kita bisa masuk pada pemikiran kongkrit  mengembangkan wawasan kebangsaan. Kita punya rumah, kita mau sempurnakan rumah kita. Pemuda sekarang adalah pemuda milenial harus menjadi leader untuk aksi yang kongkrit. Contoh pagelaran seni budaya untuk pemuda, pelatihan kerja. Sehingga dapat meminimalisir gesekan di masyarakat, disebabkan kurangnya komunikasi dan "lapar".

"Oleh karena itu perlu dimusyawarahkan apa yang bisa dikerjakanoleh pemuda, aksesnya di perhatikan, dan menggiring pemikiran negatif menjadi positif," jelasnya.

 Menurut Gubernur Provinsi DKI Jakarta bahwa pemuda sekarang adalah pemimpin masa depan. 

"Mari bersama kita rumuskan satu persatu, peran pemuda dalam menjaga Jakarta," tandasnya.

Perwakilan Karang Taruna, Nuruddin mengatakan bagaimana membangun pemuda yang lebih baik. Perumusan, permasalahan dan kebutuhan, akan kita buat program, menyusun kebutuhan pemuda dalam menjaga kondisi masyarakat Jakarta, dan menemukan formulasi.

"Kita buat kesimpulan untuk Bapak Gubernur," ujarnya.

Perwakilan Topeng Blantek, Abdul Aziz menyatakan bahwa sangat "urgen" di tiap Kecamatan di Jakarta dibentuk Kampung Budaya. 

"Seperti contoh bahwa pada 29-30 Oktober 2018 pemuda Kec. Pesanggrahan Jakarta Selatan bersama seluruh elemen budaya dan masyarakat akan membentuk Kampung Budaya Silat Beksi Petukangan," tegasnya.

Kampung budaya silat Beksi bertujuan membentuk kepribadian
Pemuda yang cinta budaya dalam Mengangkat budaya lokal.
Perwakilan SAPMA Pemuda Pancasila menanggapi Pesan pak Gubernur menjadikan pemuda yang penuh inspirasi. Tingkat sekolah dan kampus. Fokus jadi satu momentum sumpah pemuda. Yang ingin kita lakukan adalah apel siaga, yang dihadiri oleh milenial, oleh pemuda. Karena kalangan pemuda untuk wawasan kebangsaan minim, lebih suka nongkrong.

"Menancapkan Momentum 28 Oktober 2018 dengan apel pemuda," katanya.

Perwakilan OI menegaskan bahwa anak jalanan harus diberikan hak mereka, kreativitas mereka yang senang musik.

"Pemerintah bisa mengangkat mereka. Ada orang, butuh wadah," terangnya.

 Ega, dari Gerakan Pemuda Islam mengatakan melihat pemuda kini kehilangan ideologi. Oleh sebab itu perlu langkah panjang dalam rangka pembinaan pemuda. Kumpulkan untuk sesi dibina. Ada satu sesi, Kesbangpol turun. Visi misi apa maunya pemuda.

"Ada waktu tertentu kita bersama dan tentunya di internal ada anggaran pembinaan," sambungnya.

Apsa, Asosiasi Pemuda Membangun Bangsa bahwa dengan keterbatasan kreatifitas, kita perlu wadah selain KNPI. Atau semacamnya. Generasi milenial, interaksi. Kita tidak bisa rapat seperti zaman dahulu.

"Sekarang era digital, seperti Live streaming bersama menteri agama," tegasnya.

Kreatifitas untuk di perlombakan, atau festival.

Founder, Komunitas Cinta Pejuang Indonesia menyatakan perlunya kegiatan rekontruksi Atraksi pertempuran, perang-perangan, treaktikal, lomba kepahlawanan.

"Parade Pelajar, dari TK - Mahasiswa. Lomba orasi," imbuhnya.

Disabilitas Kreatif Indonesia, menambahkan bahwa Disabilitas, mereka punya kemampuan, skill, mengusulkan tempat2 kreatif, supaya teman2 bisa kreatif, dan bisa di jual.

Tempat kreatif, mendapatkan fasilitas dan akomodasi serta wadah. Akses pekerjaan. Pemerintah harus punya divisi sendiri, utk disabilitas. Karena hanya mereka yg mempunyai dan mengerti kebutuhan mereka.

"Disabilitas agar di libatkan dalam pembangunan fasilitas pemerintah," harapnya.

Perwakilan Menwa, Ayu mengatakan bahwa akan mengadakan acara 26-28 Oktober 2018.

"Ada kemah kebangsaan " bersatu dalam perbedaan" yang mengundang ormas OKP, BEM, perti dan menwa," jelasnya.

Selanjutnya setelah seluruh perwakilan telah memberikan usulan, akhirnya rapat tersebut menghasilkan beberapa kesimpulan :

1.    Tanggal 28 Oktober 2018 Apel Akbar dan pagelaran seni dan budaya Se DKI, semua ormas kepemudaan di undang.

2.    Membuka pintu komunikasi dari pemerintah ke pemuda, dalam rangka ekonomi kreatif pemuda, utk kepemudaan. Melalui teknologi milenial. Digitalisasi.

3.    Pelatihan atau pendidikan kepada pemuda dalam rangka pemahaman ide wasbang, kebijakan pemerintah. Sosialisasi bahaya narkoba.

4.    Peran pemuda dalam rangka membangun seni budaya adalah membuat kampung budaya di setiap kecamatan Se DKI Jakarta. Mengangkat potensi lokal melibatkan pemuda, disabilitas, anak jalanan dll.

5.    Olah raga sepanjang tahun Gubernur Cup, turnamen antar pemuda sepanjang tahun.

6.    Memberikan apresiasi kepada ormas dan OKP kepemudaan/perorangan yang berprestasi dalam bidang masing-masing. Piala Gubernur DKI Sepanjang tahun.

7.    Kegiatan sosial kepemudaan sepanjang tahun dalam rangka membuat Jakarta bersih. Dengan peduli lingkungan dalam bentuk kegiatan massal.

Catatan :

1.   Peran Pemprov DKI Jakarta dalam pembinaan pemuda DKI Jakarta.

2.   Untuk perumusan hanya perwakilan saja.

3.   Setelah dibahas team pakar.

4.   Kesepakatan beberapa utusan SKPD berkolaborasi dengan program Kesbangpol unsur pendukung. (Eva)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beksi Dasar Hadji Godjali, latihan rutin silat beksi, Sabtu, 15 September 2018, lapangan Sawo Garden Ulujami

beksi dasar hadji godjali

beksi dasar hadji godjali